Cari Blog Ini

Sabtu, 03 Juli 2010

Hamdalah

rasanya aku mulai memikirkan sebuah preventivitas„
dari tabiat hati yang tak menentu. .
terkadang aku “ingin” tapi terkadang “untuk apa” ? rasanya sudah malu saya meminta maaf kepada sang pemaaf…

kawan… sepertinya saya ingin menjadi apa yang kalian idamkan tentang seseorang…
namun aku bisa menjadi apa yang kau minta… tapi satu yang ku tak bisa dan tak biasa… menjadi seperti dirinya.. sungguh plagiat yang memalukan…

selama ini aku belajar… selama ini aku mencoba memahami„, selama ini aku membuat sebagian kotak hidupku untuk satu tempat istimewa… dimana disana ada seorang yang siap siaga setiap saat memayungi bagai dewi fortuna dan dewi sri yang selalu ada dan secara vital dibutuhkan…

ya allah.. kali ini hambamu kembali bermunajat … untuk sesuatu yang suci…
namun.hamba percaya ….

engkau maha pengasih lagi maha penyayang.. dan hamba selalu berusaha berpikir bersama hati…
dan jauh jauh membuang si logika yang terkadang tidak membuat kebenaran…

alhamdulillah wasyukurillah… kali ini engkau bisa membuka mata hati saya.. bahwa semuanya ini seperti rel kehidupan.. kita berjalan diatasnya.. dan hamba yakin … ini rel menuju kebahagiaan hakiki…

saya bisa menikmati hidup dan berusaha mengkosongkan hati di pikiran logika…

izinkan hamba mengucap hamdalah… alhamdulillah ya rabb….