rasanya aku mulai memikirkan sebuah preventivitas„
dari tabiat hati yang tak menentu. .
terkadang aku “ingin” tapi terkadang “untuk apa” ? rasanya sudah malu saya meminta maaf kepada sang pemaaf…
kawan… sepertinya saya ingin menjadi apa yang kalian idamkan tentang seseorang…
namun aku bisa menjadi apa yang kau minta… tapi satu yang ku tak bisa dan tak biasa… menjadi seperti dirinya.. sungguh plagiat yang memalukan…
selama ini aku belajar… selama ini aku mencoba memahami„, selama ini aku membuat sebagian kotak hidupku untuk satu tempat istimewa… dimana disana ada seorang yang siap siaga setiap saat memayungi bagai dewi fortuna dan dewi sri yang selalu ada dan secara vital dibutuhkan…
ya allah.. kali ini hambamu kembali bermunajat … untuk sesuatu yang suci…
namun.hamba percaya ….
engkau maha pengasih lagi maha penyayang.. dan hamba selalu berusaha berpikir bersama hati…
dan jauh jauh membuang si logika yang terkadang tidak membuat kebenaran…
alhamdulillah wasyukurillah… kali ini engkau bisa membuka mata hati saya.. bahwa semuanya ini seperti rel kehidupan.. kita berjalan diatasnya.. dan hamba yakin … ini rel menuju kebahagiaan hakiki…
saya bisa menikmati hidup dan berusaha mengkosongkan hati di pikiran logika…
izinkan hamba mengucap hamdalah… alhamdulillah ya rabb….
A Word From My Life
Cari Blog Ini
Sabtu, 03 Juli 2010
Sabtu, 12 Juni 2010
BagiMu yang maha pengasih lagi maha penyayang
malem lagi
pagi lagi
siang lagi
malem lagi
begitulah hidup...
selalu berjalan dan berputar diatas relnya yg kian hari kian rapuh...tapi yang saya rasakan sama
alam menjadi payung bagi setiap mahluk,menemani dan memberi untuk setiap insan yg membutuhkannya
dan apa yg membuat saya tekadang sempat berfikir "jenuh" dan sempat berfikir kesakitan itu hanya satu hal...
satu perkara saja kawan...yaitu sesak di bagian dada sebelah kiri,,,entah kenapa...
mungkin sesuatu yang ga melengkapi jiwa .. atau mungkin sesuatu penyakit, mungkin juga halah simple sebenarnya..
tapi justru dari kesimplean ini lahir sesuatu yang sukar...
oh tuhaaan...
mungkin saya masih dilindungi dan engkau masih menginginkan saya seperti ini..saya bahagia karena engkau..
tapi... saya berdoa untuk memperoleh semacam obat atau solusi dari hasrat yg entah apa ini.. saya sendiri ga tau... ditengah dilema pertemanan... dan sisi kepemimpinan... apakah saya harus merelakan ini... membiarkan saya sendiri yang menanggung... karena teman itu sesuatu yang paling sukar...
tuhan... ampuni hambamu ini.. ditengah kelalaian saya .. saya masih mencoba untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagiMu... maafkan hambamu ini... hanya bisa memintaaa...
dari sebuah ciptaan Mu yang maha indah dan maha terang... menyilaukan hati ini tuhaan...hamba silau..
merobek hati yang selama ini tergembok kesakitan...berkat sinarnya... gembok ini mencair layak lilin..
tuhan... berikan celah dari sisi dilemanitas ini...
makin hari makin bingung untuk memulainya... saya yg terperangkap bayangannya... dihantui sosok pertemanan ini.... saya hanya dan hanya berharap.. seandainya apa yang dirasakan ini ikut dirasakan dirinya...
hanya engkau yang tau jawabanya... jadikan hambamu yang selalu patuh terhadapmu..
bagi engkau yang menari dipikiranku... sulit untuk menghapus rasa diatas pertemanan ini...
bagiMu... yang maha pengasih lagi maha penyayang
pagi lagi
siang lagi
malem lagi
begitulah hidup...
selalu berjalan dan berputar diatas relnya yg kian hari kian rapuh...tapi yang saya rasakan sama
alam menjadi payung bagi setiap mahluk,menemani dan memberi untuk setiap insan yg membutuhkannya
dan apa yg membuat saya tekadang sempat berfikir "jenuh" dan sempat berfikir kesakitan itu hanya satu hal...
satu perkara saja kawan...yaitu sesak di bagian dada sebelah kiri,,,entah kenapa...
mungkin sesuatu yang ga melengkapi jiwa .. atau mungkin sesuatu penyakit, mungkin juga halah simple sebenarnya..
tapi justru dari kesimplean ini lahir sesuatu yang sukar...
oh tuhaaan...
mungkin saya masih dilindungi dan engkau masih menginginkan saya seperti ini..saya bahagia karena engkau..
tapi... saya berdoa untuk memperoleh semacam obat atau solusi dari hasrat yg entah apa ini.. saya sendiri ga tau... ditengah dilema pertemanan... dan sisi kepemimpinan... apakah saya harus merelakan ini... membiarkan saya sendiri yang menanggung... karena teman itu sesuatu yang paling sukar...
tuhan... ampuni hambamu ini.. ditengah kelalaian saya .. saya masih mencoba untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagiMu... maafkan hambamu ini... hanya bisa memintaaa...
dari sebuah ciptaan Mu yang maha indah dan maha terang... menyilaukan hati ini tuhaan...hamba silau..
merobek hati yang selama ini tergembok kesakitan...berkat sinarnya... gembok ini mencair layak lilin..
tuhan... berikan celah dari sisi dilemanitas ini...
makin hari makin bingung untuk memulainya... saya yg terperangkap bayangannya... dihantui sosok pertemanan ini.... saya hanya dan hanya berharap.. seandainya apa yang dirasakan ini ikut dirasakan dirinya...
hanya engkau yang tau jawabanya... jadikan hambamu yang selalu patuh terhadapmu..
bagi engkau yang menari dipikiranku... sulit untuk menghapus rasa diatas pertemanan ini...
bagiMu... yang maha pengasih lagi maha penyayang
Langganan:
Postingan (Atom)